November 11, 2009
Program Nissan dan Renault dengan Bajaj untuk membuat mobil murah di India – menyaingi Tata Nano – semulai direncanakan mulai diproduksi pada 2011, tampak mundur setahun.
Tepatnya, mobil hasil kerjasama itu baru bisa dimulai pada 2012. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Chairman CEO Renault , Prancis dan Presiden & CEO Nissan, Jepang saat hadir pada World Economic Forums India Economic Summit, Senin. ,
Ditambahkan, penundaaan harus dilakukan karena adanya detil yang harus dikerjakan lagi oleh mitra Renault dan Nissan di India, yaitu Bajaj Auto, produsen sepeda motor #2 terbesar di India.
“Kami ingin menentukan strategi dan definisi yang jelas untuk dikerjakan,” jelas Ghosn “Dari waktu ke waktu, kami menghadap tantangan dengan mitra kami dan hal tersebut normal.”
Seharga Nano
Dijelaskan pula, dalam kerjasama tersebut, Bajaj Auto bertanggung jawab untuk desain, rekayasa dan pembuatan produk. Mobil yang akan diproduksi tersubut ukuran dan konsep hampir sama dengan Nano yang dikenal sebagai mobil termurah di dunia.
Target produsen mobil di India untuk membuat mobil murah adalah 50 juta pemakai sepeda motor. Harga yang diset untuk mobil murah tersebut (media baratmenyebutnya mobil ultra-murah) sama dengan Nano US $2.500.
Bajaj sendiri, sudah memamerkan konsep produknya awal tahun lalu pada India Auto Expo. Bahkan pada pertengahan 2007, sudah gembar-gembor untuk memperoduksinya.
Komposisi saham ketiga perusahaan adalah Bajaj 50 persen, sisanya dibagi dua oleh Renault dan Nissan.
400.000 unit
Menggunakan kode nama ULC, mobil tersebut akan dibuat di pabrik baru, Chakan, India Barat, dekat pabrik sepeda motor Bajaj sekarang. Rencana awal, kapasitas produksi 400.000 unit per tahun dengan pasar utama India. Kemungkinan akan diekspor ke negara-negara berkembang.
Tentang penundaaan tersebut, Ghosn berkomentar, “Anda harus belajar dari kegagalan dan kemudian memperbaikinya. Setelah itu memastikan membuat produk yang tepat dan diproduksi melalui pendekatan yang tepat pula.”
Lantas tentang harga, menurut Ghosn harus menarik bagi orang India. “Ongkos produksinya lebih rendah dari mobil yang ada di India sekarang ini,”jelasnya lagi.
Renault saat ini hanya menjual sedan Logan di India hasil kerjasama dengan Mahindra & Mahindra Ltd. Penjualan pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret lalu, turun 48,2 persen atau hanya 13.423 unit.
“Kami hanya memperoleh pangsa pasar satu persen di negeri ini. Hal yang tidak bisa dipercaya,” tukas Ghosn. Karena itu, di bawah dua perusahaan yang dipimpinannya, Carlos Ghosn bermitra dengan perusahaan otomotif lainnya. Alasannya, pasar mobil India akan naik tiga kali lipat menjadi 6 juta unit dalam 10 tahun mendatang.
Bajaj
Kendati belum menyebutkan spesifik produk, namun mobil yang diperkenalkan Bajaj awal tahun lalu dengna nama Lite, cukup menarik di India. Seperti Nano, Bajaj Lite adalah mobil munggil yang bisa memuat 4 penumpang dewasa.
Penampilan mobil yang masih dalam taraf konsep dinilai banyak pengamat otomotif di India lebih bagus dari Zen Estilo (Indonesia: Karimun Estilo) yang dibuat oleh Maruti-Suzuki .
Menurut Rajiv Bajaj, Direktur Bajaj Auto ketika memperkenalkan mobil tersebut, konsumsi bahan bakarnya produknya 35 kpl (km per liter). Transmisi yang digunakan juga berbeda, yaitu antara manual dan otomatis.
Sementara itu, harga mobil murah versi Renault sekitar diperkirakan US $3.000. Hal tersebut tentu saja menarik. Pasalnya, produsen besar lain, seperti Honda, Toyota dan General Motors juga sibuk mempersiapkan mobil murah di India. Namun harganya 5 lakh alias Rs 500.000 atau US $10.000 .






No responses to "Program Mobil Murah Nissan, Renault dan Bajaj Ditunda sampai 2012"
No comments yet.
Leave a comment