June 17, 2009

(5) Comments

Keluarga Cici Paramida Mulai Temukan Belang Suhaebi

Cici ParamidaKeluarga cici Paramida mengaku akan konsen terlebih dahulu untuk menenangkan penyanyi dangdut kelahiran Jakarta, 7 September 1973 itu. Setelah itu akan mengambil langkah yang terbaik sesuai keputusan yang dikehendaki oleh istri Ahmad Suhaebi itu.

“Kita fokus sama cici-nya dulu. Mudah-mudahan bisa lebih cepet pulihnya, baru kita ambil langkah,” demikian ungkap Rosita, dalam konferensi pers di rumah cici Paramida, di Jl. Swasembada, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (16/6).

Tante Ita, demikian biasa dipanggil, selaku wakil keluarga mengungkapkan bahwa keponakannya itu masih perlu menenangkan diri, atas tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya sendiri. Akibat kejadian itu, cici mengalami luka di pelipis, akibat laju kendaraan suaminya yang kepergok membawa seorang perempuan di dalam mobilnya.

Menurut Tante Ita, pihak keluarga hanya bisa memberi saran kepada perempuan yang dinikahi pengusaha rokok asal Jawa Tengah pada 12 Maret 2009 di Masjidil Haram, Arab Saudi itu.

“Saya bilang ke cici, lakukan yang terbaik yang ada di hati kamu. Orang hanya melihat dari luar, bahwa semua ini ada hikmahnya. Bersabar dengan ikhlas nanti ketemu jalan keluarnya,” demikian saran perempuan berkeca mata itu kepada cici Paramida
Sepandai-pandainya orang menyimpan bangkai akhirnya tercium juga bau busuknya, itulah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan sosok Ahmad Suhaebi di mata keluarga cici Paramida.

Tante Rosita, mewakili keluarga dalam konferensi persnya di kediaman cici Paramida, di Jl. Swasembada, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (16/6) mengungkapkan pandangan tentang sosok Suhaebi yang belakangan ketahuan ‘belang’-nya. Banyak kejanggalan, yang mulai ditampakkan oleh pengusaha rokok asal Jawa Tengah.

“Awalnya memang baik, lembut, sopan, segalanya lah (Ebi, red). Setelah ada bukti, mulai ada kebohongan-kebohongan seperti masalah Neni (istri sebelumnya, red). Kata Ebi sudah cerai, tapi kenapa Neni bisa muncul di berita. Menurut Ebi ada penekanan dari Neni. Entah berupa materi atau apa,” terang perempuan berkaca mata ini.

Ahmad Suhaebi menikahi pedangdut cici Paramida pada 12 Maret 2009, dalam sebuah akad nikah yang berlangsung di Masjidil Haram, Arab Saudi. Sebagai mas kawin perkawinan, seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 1200 real.

Namun baru sekitar empat bulan pasca pernikahan, keduanya dirundung prahara rumah tangga, di mana Ebi diduga mulai bermain serong. Termasuk kejadian Minggu (14/6) malam, saat cici berhasil memergoki suaminya itu berduaan dengan seorang perempuan di dalam mobilnya di Puncak, Jawa Barat.

Keterangan yang diberikan oleh Ahmad Suhaebi, usai menjalani pemeriksaan di Polres Bogor, Senin (15/6) malam, mengungkapkan jika dirinya telah menjalani pisah ranjang dengan cici Paramida sejak sekitar 1,5 bulan lalu. Namun keterangan yang mengejutkan publik itu, dibantah dan dinilai mengada-ada oleh keluarga penyanyi pemilik nama asli Hamidah Idham itu.

Tante Rosita yang berkapasitas mewakili pihak keluarga, dalam konferensi pers di kediaman cici di Jl. Swasembada, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (16/6) itu, secara implisit membantah pernyataan pengusaha rokok asal Jawa Tengah itu. Karena dalam keseharian Ebi masih pulang ke rumah, menjalani kewajibannya, dan hanya sesekali saja berada di luar kota.

“Sebenarnya untuk masalah pisah ranjang, si Ebi masih sering pulang ke rumah sekitar jam 3 malam. Pernah nggak pulang dua hari atau satu hari. Ya mungkin benar juga kalau pisah ranjangnya dari situ,” ungkap Rosita membantah.

Rosita juga menolak jika pisah ranjang itu dijadikan pembenaran tindakan Suhaebi kepada keponakannya. Karena sebelum kejadian itu berlangsung, cici sudah menaruh curiga dengan tingkah laku ayah empat anak dari pernikahan sebelumnya itu.

Namun demikian Ita, menolak menjelaskan kecurigaan cici dan berjanji putri pasangan HM. Idris Makmun dan Hj. Rosnaeni itu akan berbicara langsung pada media. “Sebelum masalah ini, sudah ada kecurigaan. Nanti mbak cici yang akan bicara,” tegas perempuan yang mengaku ikut sibuk mempersiapkan pernikahan keponakannya saat di Arab Saudi itu.

Meski telah menyerahkan kasus KDRT yang dialaminya kepada pihak Polres Bogor, namun cici Paramida ternyata masih belum menunjuk seorang pengacara untuk menjadi kuasa hukumnya.

Hal tersebut ditegaskan oleh Rosita, yang mewakili cici dan keluarga dalam preskon yang digelar di Jl. Swasembada, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Selasa (16/6).

“Sampai saat ini belum ada pengacara, tapi nanti akan ada,” ungkap Rosita menegaskan.

Sementara soal kemungkinan damai, Rosita mengaku akan dibicarakan belakangan, setelah ada keputusan dari keluarga besar cici.

“Damai atau tidak akan dibicarakan nanti, cici menunggu kebijakan keluarga besar,” tambah perempuan yang selalu mengenakan jilbab tersebut.

Dalam preskon yang digelar sekitar pukul 12 siang tersebut, menurut Rosita, cici Paramida memang masih belum siap menemui wartawan, dan sedang memulihkan diri dari luka-luka fisiknya.

Pihak Ahmad Suhaebi, suami cici Paramida hingga kini belum melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pedangdut pemilik nama asli Hamidah Idham itu, terkait langkah yang akan ditempuh atas tindak kekerasan yang dilakukan oleh pria pengusaha asal Jawa Tengah itu.

“Dari pihak keluarga Ebi belum menghubungi kita untuk ke arah mana selanjutnya,” demikian ungkap Tante Ita (Rosita, red) selaku wakil dari keluarga cici Paramida.

Tante Ita, dalam konferensi pers di Jl. Swasembada, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (16/6), mengungkapkan kalau pihak keluarga akan mengikuti keputusan terbaik yang diambil pelantun lagu Wulan Merindu itu. Keluarga hanya akan memberikan pertimbangan terbaik, bagi penyanyi kelahiran Jakarta, 7 September 1973 itu.

“Kita cari jalan yang terbaik yang merasakan cici karena orang tua ingin yang terbaik, kita hanya mengikuti keinginan cici,” tegas perempuan berkacamata itu.

Dalam konferensi pers yang berlangsung di kediaman kakak kandung Siti KDI itu, tanpa didampingi cici. Menurut keterangan Tante Ita, keponakannya itu masih trauma dan berusaha menenangkan diri. Dia mengaku belum siap untuk ikut menemui para wartawan. Apalagi luka akibat tersungkur di aspal itu masih meninggalkan bekas yang masih harus dibalut perban.

Menyerahkan permasalahan sepenuhnya kepada Polres Bogor, adalah tindakan yang nampaknya tengah dilakukan oleh cici Paramida, pedangdut yang tengah berada di ambang keretakan rumah tangga tersebut, nampaknya juga enggan setengah-setengah melawan sang suami lewat jalur hukum.

“Sah-sah saja Ebi bicara seperti itu, kan ada hukum yang mengaturnya, masalah hukum ya hukum, masalah rumah tangga ya masalah rumah tangga, cici menyerahkan sepenuhnya pada polres bogor,” ungkap Rosita yang mewakili cici dan keluarganya dalam preskon di kediaman cici di Jl. Swasembada, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Selasa (16/6).

Sementara itu, soal kesiapan cici dipanggil sebagai saksi oleh pihak kepolisian, Rosita menegaskan jika keponakannya tersebut telah pasrah dengan kebijakan polisi.

cici siap mengikuti kebijakan Kapolres, karena sudah ada hukum yang mengaturnya,” tambah Rosita mewakili cici Paramida.

Dalam preskon yang digelar sekitar pukul 12 siang tersebut, menurut Rosita, cici Paramida memang masih belum siap menemui wartawan, dan sedang memulihkan diri dari luka-luka fisiknya.


5 responses to "Keluarga Cici Paramida Mulai Temukan Belang Suhaebi"
June 17, 2009

kutunggu jandamu . .

June 18, 2009

kunjung mengunjungi balik kang

June 19, 2009

CICI oh cici nasibmu hampir sama kaya tamara yang menikah di masjidil ahrom

mel said:
June 19, 2009

hello hapi friday

@ Coy said:
June 20, 2009

ada2 aja hehe…

Leave a comment
Name : 
Mail : 
Website : 
Message :